YNK#49
with:
Lyra Pramuk, Rani Jambak, Raja Kirik & Lucy Freia
info:
IDR 50.000
— Lyra Pramuk. Seniman multidisiplin asal Amerika yang berbasis di Berlin ini menciptakan bentuk unik dari musik devotional yang menyelaraskan potensi tak terbatas dari suara manusia dengan keajaiban teknologi yang terus berkembang pesat. Dan hal ini menjadi akar dari album terbarunya ‘Hymnal’ yang mengeksplorasi asal-usul ekstatik dari praktik ritual sakral.
— Rani Jambak. Komposer, produser, perancang instrumen, dan vokalis keturunan Minangkabau yang lahir di Medan ini mendalami eksplorasi musik elektronik dan lanskap suara dari berbagai wilayah di Indonesia. Rani menyelami dimensi filosofis dari tradisi Minangkabau sekaligus menelisik bagaimana kebijaksanaan leluhur dapat menawarkan jawaban terhadap modernitas.
— Raja Kirik. Duo Yennu Ariendra dan J. Mo’ong Santoso Pribadi yang memanfaatkan tradisi budaya Jawa yang kaya sejarah perjuangannya melawan kolonial untuk menciptakan musik yang mengejutkan, menantang, dan mendidik secara seimbang. Album terbarunya “Sengkala” dirilis oleh Yes No Wave Music pada 14 Februari 2026.
— Lucy Freia. Komponis berbasis di Bandung merupakan anggota aktif Perempuan Komponis dan Puantronik Study Club, serta tergabung ke dalam Electronica Society dari Royal College of Music selama menempuh studi Magisternya. Karya-karyanya ditampilkan di Electric Dreams: Constellation di London, Acacia Youth String Orchestra di Selasar Sunaryo pada tahun 2025 dan Museum MACAN pada tahun 2026. Album perdananya akan segera dirilis di Yes No Wave Music.
Acara ini disokong oleh Uma Yumcha, Rekam Bergerak, Garasi Performance Institute, dan Musik Jogja.
#yesnoklub